animasi bergerak gif
Rave

Rabu, 19 November 2014

Set Instruksi



Karakteristik Instruksi Mesin
  • Instruksi mesin (machine instruction) yang dieksekusi membentuk suatu operasi dan berbagai macam fungsi CPU.
  • Kumpulan fungsi yang dapat dieksekusi CPU disebut set instruksi (instruction set) CPU.
  • Mempelajari karakteristik instruksi mesin, meliputi :
    • Elemen-elemen instruksi mesin
    • Representasi instruksinya
    • Jenis-jenis instruksi
    • Penggunaan alamat
    • Rancangan set instruksi
Elemen Instruksi Mesin
Untuk dapat dieksekusi suatu instruksi harus berisi elemen informasi yang diperlukan CPU secara lengkap dan jelas, antara lain :
  1. Operation code (Op code)
    Menspesifikasi operasi yang akan dilakukan. Kode operasi berbentuk kode biner.
  2. Source Operand reference
    Operasi dapat berasal dari lebih satu sumber. Operand adalah input operasi.
  3. Result Operand reference
    Merupakan hasil atau keluaran operasi
  4. Next Instruction reference
    Elemen ini menginformasikan CPU posisi instruksi berikutnya yang harus diambil dan dieksekusi.
Operand dari Operasi
Melihat dari sumbernya, operand suatu operasi dapat berada di salah satu dari ketiga daerah berikut ini :
  • Memori utama atau memori virtual
  • Register CPU
  • Perangkat I/O
Representasi Instruksi
  • Instruksi komputer direpresentasikan oleh sekumpulan bit. Instruksi dibagi menjadi beberapa field.
  • Field-field ini diisi oleh elemen-elemen instruksi yang membawa informasi bagi operasi CPU.
  • Layout instruksi dikenal dengan format instruksi.
Format Instruksi
  • Kode operasi (op code) direpresentasikan dengan singkatan-singkatan, yang disebut mnemonic.
  • Mnemonic mengindikasikan suatu operasi bagi CPU.
  • Contoh mnemonic adalah :
    • ADD = penambahan
    • SUB = substract (pengurangan)
    • LOAD = muatkan data ke memori
Contoh representasi operand secara simbolik :
  • ADD X, Y artinya tambahkan nilai yang berada pada lokasi Y ke isi register X, dan simpan hasilnya di register X.
  • Programmer dapat menuliskan program bahasa mesin dalam bentuk simbolik.
  • Setiap op code simbolik memiliki representasi biner yang tetap dan programmer dapat menetapkan lokasi masing-masing operand.
Jenis - Jenis Instruksi
Contoh suatu ekspresi bilangan :
X = X + Y;
X dan Y berkorespondensi dengan lokasi 513 dan 514.

Pernyataan dalam bahasa tingkat tinggi tersebut menginstruksikan komputer untuk melakukan langkah berikut ini :
  • Muatkan sebuah register dengan isi lokasi memori 513.
  • Tambahkan isi lokasi memori 514 ke register.
  • Simpan isi register ke lokasi memori 513.
Korelasi
  • Terlihat hubungan antara ekspresi bahasa tingkat tinggi dengan bahasa mesin.
  • Dalam bahasa tingkat tinggi, operasi dinyatakan dalam bentuk aljabar singkat menggunakan variabel.
  • Dalam bahasa mesin hal tersebut diekspresikan dalam operasi perpindahan antar register.

Jenis-Jenis Instruksi
  • Pengolahan data (data processing),
    meliputi operasi-operasi aritmetika dan logika. Operasi aritmetika memiliki kemampuan komputasi untuk pengolahan data numerik. Sedangkan instruksi logika beroperasi terhadap bit-bit word sebagai bit, bukannya sebagai bilangan, sehingga instruksi ini memiliki kemampuan untuk pengolahan data lain.
  • Perpindahan data(data movement),
    berisi instruksi perpindahan data antar register maupun modul I/O. Untuk dapat diolah oleh CPU maka diperlukan instruksi-instruksi yang bertugas memindahkan data operand yang diperlukan.
  • Penyimpanan data (data storage),
    berisi instruksi-instruksi penyimpanan ke memori. Instruksi penyimpanan sangat penting dalam operasi komputasi, karena data tersebut akan digunakan untuk operasi berikutnya, minimal untuk ditampilkan pada layar harus diadakan penyimpanan walaupun sementara.
  • Kontrol aliran program (program flow control),
    berisi instruksi pengontrolan operasi dan pencabangan. Instruksi ini berguna untuk pengontrolan status dan mengoperasikan percabangan ke set instruksi lain.
Jumlah Alamat
  • Jumlah register atau alamat yang digunakan dalam operasi CPU tergantung format operasi masing-masing CPU.
  • Ada format operasi yang menggunakan 3, 2, 1 dan 0 register.
  • Umumnya yang digunakan adalah 2 register dalam suatu operasi. Desain CPU saat ini telah menggunakan 3 alamat dalam suatu operasi, terutama dalam MIPS (Million Instruction per Second).
  • Alamat per instruksi yang lebih sedikit akan membuat instruksi lebih sederhana dan pendek, tetapi lebih sulit mengimplementasikan fungsi-fungsi yang kita inginkan.
  • Karena instruksi CPU sederhana maka rancangan CPU juga lebih sederhana.
  • Jumlah bit dan referensi per instruksi lebih sedikit sehingga fetch dan eksekusi lebih cepat.
  • Jumlah instruksi per program biasanya jauh lebih banyak.
  • Pada jumlah alamat per instruksi banyak, jumlah bit dan referensi instruksi lebih banyak sehingga waktu eksekusi lebih lama.
  • Diperlukan register CPU yang banyak, namun operasi antar register lebih cepat.
  • Lebih mudah mengimplementasikan fungsi-fungsi yang kita inginkan.
  • Jumlah instruksi per program jauh lebih sedikit.
  • Untuk lebih jelas perhatikan contoh instruksi-instruksi dengan jumlah register berbeda untuk menyelesaikan persoalan yang sama.
  • Contoh penggunaan set instruksi dengan alamat 1, 2, dan 3 untuk menyelesaikan operasi hitungan.
Y = (A - B) / (C + D * E)
 

 
Saya akan mencoba menjelaskan ketiga instruksi di atas.
Untuk instruksi 3 alamat :
  • Pertama, A - B lalu disimpan di Y.
  • Lalu kita mengalikan D dan E lalu disimpan di register baru yaitu T.
  • T tersebut lalu ditambahkan dengan register C dan disimpan di register T.
  • Lalu register Y, yaitu hasil dari A - B tadi dibagi dengan register T lalu disimpan di register Y.
  • Bisa kita lihat,untuk instruksi 3 alamat, setiap instruksi terdiri dari 3 register.
Instruksi 2 alamat :
  • Pertama register A dipindahkan ke Y.
  • Register Y dikurangi dengan register B dan disimpan di register Y. A - B sudah didapatkan, simpan di register Y.
  • Selanjutnya register D dipindahkan ke register T, lalu register T dikalikan dengan register E dan disimpan di register T. Singkatnya, D*E itu sama dengan T*E dan disimpan di register T, cara ini digunakan karena kita memakain instruksi 2 alamat.
  • Lalu register T ditambahkan dengan register C dan disimpan di register T.
  • (C + D * E) sudah didapatkan dan disimpan di register T.
  • Lalu terakhir register Y yang sudah kita dapatkan tadi dibagi dengan register T dan disimpan di register Y.
  • Bisa kita lihat, instruksi 2 alamat memakai 2 instruksi, seperti Y dan A, Y dan B, T dan D, dan seterusnya.
Instruksi 1 alamat :
  • Pada istruksi tentu saja kita hanya menggunakan 1 instruksi.
  • Pertama LOAD D ke AC (Accumulator).
  • Lalu AC dikalikan dengan register E dan disimpan di AC.
  • Register AC lalu ditambahkan dengan register C dan disimpan di register AC.
  • Simpan register AC ke register Y.
  • LOAD lagi register A ke AC.
  • Register AC lalu dikurangkan dengan register B dan disimpan di register AC.
  • Lalu register AC dibagi dengan regiser Y dan disimpan di register AC.
  • Simpan register AC ke register Y.
Spesifikasi instruksi 3 alamat :
  • Simbolik : a = b + c.
  • Format alamat : hasil, operand 1, operand 2.
  • Digunakan dalam arsitektur MIPS.
  • Memerlukan word panjang dalam suatu instruksi.
Spesifikasi instruksi 2 alamat :
  • Simbolik : a = a + b.
  • Satu alamat diisi operand terlebih dahulu kemudian digunakan untuk menyimpan hasilnya.
  • Tidak memerlukan instruksi yang panjang.
  • Jumlah instruksi per program akan lebih banyak daripada 3 alamat.
  • Diperlukan penyimpanan sementara untuk menyimpan hasil.
Spesifikasi instruksi 1 alamat :
  • Memerlukan alamat implisit untuk operasi.
  • Menggunakan register akumulator (AC) dan digunakan pada mesin lama.
Spesifikasi instruksi 0 alamat :
  • Seluruh alamat yang digunakan implisit.
  • Digunakan pada organisasi memori, terutama operasi stack.
Rancangan Set Instruksi
  • Aspek paling menarik dalam arsitektur komputer adalah perancangan set instruksi, karena rancangan ini berpengaruh banyak pada aspek lainnya.
  • Set instruksi menentukan banyak fungsi yang harus dilakukan CPU.
  • Set instruksi merupakan alat bagi para pemrogram untuk mengontrol kerja CPU.
  • Pertimbangan : Kebutuhan pemrogram menjadi bahan pertimbangan dalam merancang set instruksi.
Masalah rancangan yang fundamental meliputi :
  • Operation repertoire :
    • Berapa banyak dan operasi-operasi apa yang harus tersedia.
    • Sekompleks apakah operasi itu seharusnya.
  • Data types :
    • Jenis data.
    • Format data.
  • Instruction format :
    • Panjang instruksi.
    • Jumlah alamat.
    • Ukuran field.
  • Registers :
    • Jumlah register CPU yang dapat direferensikan oleh instruksi, dan fungsinya.
  • Addressing :
    • Mode untuk menspesifikasi alamat suatu operand.
Tipe Operasi
  • Dalam perancangan arsitektur komputer, jumlah kode operasi akan sangat berbeda untuk masing-masing komputer, tetapi terdapat kemiripan dalam jenis operasinya.
Jenis Operasi Komputer
  • Transfer data. - Konversi
  • Aritmetika. - Input/Output
  • Logika. - Kontrol sistem dan transfer kontrol
   
 
 
 
 

Kesimpulan :
·   Dapat ditarik kesimpulan bahwa instruksi-instruksi mesin harus mampu  mengolah data sebagai implementasi keinginan-keinginan kita
·   Terdapat kumpulan unit set instruksi yang dapat digolongkan dalam jenis-jenisnya, yaitu :
1.      Pengolahan data (data processing)
Meliputi operasi-operasi aritmatika dan logika, operasi aritmatika memiliki kemapuna komputasi untuk pengolahan data numrik, sedangkan instruksi logika beroperasi terhadap bit-bit, bukannya sebagi bilangan, sehingga insrtuksi ini memiliki kemampuan untuk pengolahan data lain.
2.      Perpindahan data ( data movement)
Berisi instruksi perpindahan data antar register maupun modul I/O.untuk dapat diolah oleh CPU maka diperlukan operasi-operasi yang bertugas memindahkan data operand yang diperlukan.
3.      Penyimpanan data ( data storage)
Berisi instruksi-instruksi penyimpanan ke memori, instruksi penyimpanan sangat penting dalam operasi komputasi, karena data tersebut akan digunakan untuk operasi berikutnya, minimal untuk ditampilkan pada layar harus diadakanpenyimpanan walaupun sementara
4.      Control aliran program ( program flow control)
Berisi instruksi pengontrolan operasi dan pencabangan, instruksi ini berguna untuk pengontrolan status dan mengoperasikan pencabangan ke set instruksi lain.



 

Rabu, 05 November 2014

Arithmetic Logic Unit (ALU)


1. ARITHMATIC LOGICAL UNIT (ALU)
Arithmatic Logical Unit (ALU), adalah salah satu bagian/komponen dalam sistem di dalam sistem komputer yang berfungsi melakukan operasi/perhitungan aritmatika dan logika (Contoh operasi aritmatika adalah operasi penjumlahan dan pengurangan, sedangkan contoh operasi logika adalah logika AND dan OR. ALU bekerja besama-sama memori, di mana hasil dari perhitungan di dalam ALU di simpan ke dalam memori.
Perhitungan dalam ALU menggunakan kode biner, yang merepresentasikan instruksi yang akan dieksekusi (opcode) dan data yang diolah (operand). ALU biasanya menggunakan sistem bilangan biner two’s complement. ALU mendapat data dari register. Kemudian data tersebut diproses dan hasilnya akan disimpan dalam register tersendiri yaitu ALU output register, sebelum disimpan dalam memori.
Pada saat sekarang ini sebuah chip/IC dapat mempunyai beberapa ALU sekaligus yang memungkinkan untuk melakukan kalkulasi secara paralel. Salah satu chip ALU yang sederhana (terdiri dari 1 buah ALU) adalah IC 74LS382/HC382ALU (TTL). IC ini terdiri dari 20 kaki dan beroperasi dengan 4×2 pin data input (pinA dan pinB) dengan 4 pin keluaran (pinF).
Arithmatic Logical Unit (ALU), fungsi unit ini adalah untuk melakukan suatu proses data yang berbentuk angka dan logika, seperti data matematika dan statistika. ALU terdiri dari register-register untuk menyimpan informasi.Tugas utama dari ALU adalah melakukan perhitungan aritmatika (matematika) yang terjadi sesuai dengan instruksi program. Rangkaian pada ALU (Arithmetic and Logic Unit) yang digunakan untuk menjumlahkan bilangan dinamakan dengan Adder. Adder digunakan untuk memproses operasi aritmetika, Adder juga disebut rangkaian kombinasional aritmatika.
Ada 3 jenis adder:


    1. Rangkaian Adder dengan menjumlahkan dua bit disebut Half Adder.

    2. Rangkaian Adder dengan menjumlahkan tiga bit disebut Full Adder.

    3. Rangkain Adder dengan menjumlahkan banyak bit disebut Paralel Adder


  •  HALF ADDER
Rangkaian Half Adder merupakan dasar penjumlahan bilangan Biner yang terdiri dari satu bit, oleh karena itu dinamai Penjumlah Tak Lengkap.
a. jika A = 0 dan B = 0 dijumlahkan, hasilnya S ( Sum ) = 0.
b. jika A = 0 dan B = 1 dijumlahkan, hasilnya S ( Sum ) = 1.
c. jika A = 1 dan B = 1 dijumlahkan, hasilnya S ( Sum ) = 0
jika A = 1 dan B =1 dijumlahkan, hasilnya S ( Sum ) = 0. dengan nilai pindahan cy(Carry Out) = 1
Dengan demikian, half adder memiliki 2 masukan ( A dan B ) dan dua keluaran ( S dan Cy ).
  • FULL ADDER
Sebuah Full Adder menjumlahkan dua bilangan yang telah dikonversikan menjadi bilangan-bilangan biner. Masing-masing bit pada posisi yang sama saling dijumlahkan. Full Adder sebagai penjumlah pada bit-bit selain yang terendah. Full Adder menjumlahkan dua bit input ditambah dengan nilai Carry-Out dari penjumlahan bit sebelumnya. Output dari Full Adder adalah hasil penjumlahan (Sum) dan bit kelebihannya (carry-out).


  • PARALEL  ADDER

Rangkaian Parallel Adder adalah rangkaian penjumlah dari dua bilangan yang telah dikonversikan ke dalam bentuk biner. Anggap ada dua buah register A dan B, masing-masing register terdiri dari 4 bit biner : A3A2A1A0 dan B3B2B1B0.

Rangkaian Parallel Adder terdiri dari Sebuah Half Adder (HA) pada Least Significant Bit (LSB) dari masing-masing input dan beberapa Full Adder pada bit-bit berikutnya. Prinsip kerja dari Parallel Adder adalah sebagai berikut : penjumlahan dilakukan mulai dari LSB-nya. Jika hasil penjumlahan adalah bilangan desimal “2” atau lebih, maka bit kelebihannya disimpan pada Cout, sedangkan bit di bawahnya akan dikeluarkan pada Σ. Begitu seterusnya menuju ke Most Significant Bit (MSB)nya.

Tugas lain dari ALU adalah melakukan keputusan dari operasi sesuai dengan instruksi program yaitu operasi logika (logical operation). Operasi logika meliputi perbandingan dua buah elemen logika dengan menggunakan operator logika.

Arithmatic Logical Unit (ALU):
·   Bertugas membentuk fungsi – fungsi pengolahan data komputer.
·  ALU sering disebut mesin bahasa (machine language) karena bagian ini mengerjakan instruksi – instruksi bahasa mesin yang diberikan padanya
·   ALU terdiri dari dua bagian, yaitu unit arithmetika dan unit logika boolean, yang masing – masing memiliki spesifikasi dan tugas tersendiri.
Fungsi-fungsi yang didefinisikan pada ALU adalah Add(penjumlahan), Addu (penjumlahan tidak bertanda), Sub(pengurangan), Subu (pengurangan tidak bertanda), and, or, xor, sll (shift left logical), srl (shift right logical), sra (shift right arithmetic), dan lain-lain.
Arithmetic Logical Unit (ALU) merupakan unit penalaran secara logic. ALU ini merupakan Sirkuit CPU berkecepatan tinggi yang bertugas menghitung dan membandingkan. Angka-angka dikirim dari memori ke ALU untuk dikalkulasi dan kemudian dikirim kembali ke memori. Jika CPU diasumsikan sebagai otaknya komputer, maka ada suatu alat lain di dalam CPU tersebut yang kenal dengan nama Arithmetic Logical Unit (ALU), ALU inilah yang berfikir untuk menjalankan perintah yang diberikan kepada CPU tersebut.
ALU sendiri merupakan suatu kesatuan alat yang terdiri dari berbagai komponen perangkat elektronika termasuk di dalamnya sekelompok transistor, yang dikenal dengan nama logic gate, dimana logic gate ini berfungsi untuk melaksanakan perintah dasar matematika dan operasi logika. Kumpulan susunan dari logic gate inilah yang dapat melakukan perintah perhitungan matematika yang lebih komplit seperti perintah “add” untuk menambahkan bilangan, atau “devide” atau pembagian dari suatu bilangan. Selain perintah matematika yang lebih komplit, kumpulan dari logic gate ini juga mampu untuk melaksanakan perintah yang berhubungan dengan logika, seperti hasil perbandingan dua buah bilangan.
Instruksi yang dapat dilaksanakan oleh ALU disebut dengan instruction set. Perintah yang ada pada masing-masing CPU belum tentu sama, terutama CPU yang dibuat oleh pembuat yang berbeda, katakanlah misalnya perintah yang dilaksanakan oleh CPU buatan Intel belum tentu sama dengan CPU yang dibuat oleh Sun atau perusahaan pembuat mikroprosesor lainnya. Jika perintah yang dijalankan oleh suatu CPU dengan CPU lainnya adalah sama, maka pada level inilah suatu sistem dikatakan compatible. Sehingga sebuah program atau perangkat lunak atau software yang dibuat berdasarkan perintah yang ada pada Intel tidak akan bisa dijalankan untuk semua jenis prosesor,kecuali untuk prosesor yang compatible dengannya.
2. INTEGER REPRESENTATION
Dalam ilmu komputer, istilah "Integer" digunakan untuk merujuk kepada tipe data apapun yang merepresentasikan bilangan bulat, atau beberapa bagian dari bilangan bulat. Disebut juga sebagai Integral Data Type.











Dalam bilangan biner , semua bilangan dapat direpresentasikan dengan hanya menggunakan bilangan 0 dan 1, tanda minus, dan tanda titik.
Misalnya: -1101.01012 = -11.312510
Namun untuk keperluan penyimpanan dan pengolahan komputer, kita tidak perlu menggunakan tanda minus dan titik.
Hanya bilangan biner (0 dan 1) yang dapat merepresentasikan bilangan.
Bila kita hanya memakai integer non-negatif, maka representasinya akan lebuh mudah.
Sebuah word 8-bit dapat digunakan untuk merepresentasikan bilangan 0 hingga 255. Misalnya:
00000000= 0
00000001= 1
00101001 = 41
  10000000  = 128
   11111111= 225
Umumnya bila sebuah rangkaian n-bit bilangan biner an-1an-2…a1a0 akan diinterpretasikan sebagai unsigned integer A.

Representasi Nilai Tanda
Penggunaan unsigned integer tidak cukup untuk merepresentasikan bilangan integer negatif dan juga bilangan positif integer.
Karena itu terdapat beberapa konvesi lainnya yang dapat kita gunakan.
Konvesi-konvesi lainnya meliputi perlakuan terhadap bit yang paling berarti (paling kiri) di dalam word bit tanda.
Apabila bit paling kiri sama dengan 0 suatu bilangan adalah positif , sedangkan bila bit yang paling kiri sama dengan 1 bilangan bernilai negatif.
Bentuk yang paling sederhana representasi yang memakai bit tanda representasi nilai tanda. Pada sebuah word n bit, n– 1 bit yang paling kanan menampung  nilai integer. Misalnya:
+ 18 = 00010010
-  18 = 10010010 (sign-magnitude/nilai-tanda)
Terdapat beberapa kekurangan pada representasi nilai-tanda penambahan dan pengurangan memerlukan pertimbangan baik tanda bilangan ataupun nilai relatifnya agar dapat berjalan pada operasi yang diperlukan.
Kekurangannya lainnya terdapat dua representasi bilangan 0:
+ 010 = 00000000
-  010 = 10000000 (sign-magnitude)
         3. INTEGER ARITHMATIC

Bagian ini akan membahas fungsi-fungsi aritmatik bilangan dalam representasi komplemen dua.


A. Negasi
Pada notasi komplemen dua, pengurangan sebuah bilangan integer dapat dibentuk dengan mengunakan aturan berikut:
Anggaplah komplemen boolean seluruh bit bilangan integer (termasuk bittanda). Perlakukan hasilnya sebagai sebuah unsigned binary integer, tambahkan1. misalnya:18=00010010 (komplemen dua).

B. Representasi Integer Positif,negatif,dan bilangan 0.
  • Bila sebuah bilangan integer positif dan negatif yang sama direpresentasikan (sign – magnitude),maka harus ada representasi bilangan positif dan negatif yang tidak sama.
  • Bila hanya terdapat sebuah representasi bilangan 0 (komplemen dua),maka harus ada representasi bilangan positif dan negatif yang tidak sama.
  • Pada kasus komplemen dua,terdapat representasi bilangan n-bit untuk -2n,tapi tidak terdapat untuk 2n.
        4. FLOATING  POINT REPREENTATION
Menyatakan suatu bilangan yang sangat besar/kecil dengan menggeser titik decimal secara dinamis ketmpat yang sesuai dan menggunakan eksponen 10 untuk menjaga titik decimal itu, sehingga range bilangan yang sangat besar dan sangat kecil untuk dipresentasikan hanya dengan beberapa digit saja.
Dinyatakan dengan notasi    
a = (m,e) , dimana    a = m x re r = radiks
                                m = mantissa
                                  e = eksponen

Contoh :  Tunjukkan bilangan-bilangan berikut ini dalam notasi floating point.
a.       (45.382)10? 0.45382 x 102 = (0.45382,2)
b.      (-21,35)8? -2135,0 x 8-2 = (-2135,0,-2)


       5. FLOATING POINT ARITHMATIC

Penambahan 0,63524 x 103
                0,63215 x 103 + 1,26739 x 103 ? 0,126739 x 104

Pengurangan 0,63524 x 103
                0,63215 x 103 ?
                0,00309 x 103 ? 0,309 x 101
                -0,10100 x 22 ? 0,01010 x 23
                0,11000 x 23 ? 0,11000 x 23 +
                1,00010 x 23 ? 0,10001 x 24

Perkalian
                (0,253 x 102) x (0,124 x 103) = (0,253) x (0,124) x 102 + 3
                = 0,031 x 105 ? 0,31 x 104
                Normalize

Pembagian 0,253 x 102 = 0,253 x 102-3
                0,124 x 103 0,124
                = 2,040 x 10 – 1/ 0,201 x 100
                Overflow

KESIMPULAN :
Perhitungan dalam ALU menggunakan kode biner, yang merepresentasikan instruksi yang akan dieksekusi (opcode) dan data yang diolah (operand). ALU biasanya menggunakansistem bilangan biner (two’s complement). ALU mendapat data dari register. Kemudian data tersebut diproses dan hasilnya akan disimpan dalam register tersendiri yaitu ALU. ALU melakukan operasi arithmatika dengan dasar pertambahan, sedang operasi arithmatika yang lainnya, seperti pengurangan, perkalian, dan pembagian dilakukan dengan dasar penjumlahan. sehingga sirkuit elektronik di ALU yang digunakan untuk melaksanakan operasi arithmatika ini disebut adder. tugas utama dari ALU (Arithmetic And Logic Unit) adalah melakukan semua perhitungan aritmatika atau matematika yang terjadi sesuai dengan instruksi program.



Sumber: